Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Ada cara untuk merubah Noken As Satria FU untuk dapat menggunakan bearing tanpa harus melakukan bubut pada Head. Tujuan mengubah desain dudukan noken as Suzuki Satria F menggunakan bearing/laher adalah mengurangi kerugian mekanis. Harapannya dengan efisiensi gerak semakin baik, tentu performa motor lebih optimal. Berikut panduan secara singkat mengubah dudukan camshaft Satria menggunakan laher/bearing.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh tiap tiap teknisi, tapi solusi terhemat dan cukup awet yang dilakukan tim dari MOTORUN adalah dengan merubah noken asnya saja , tidak melakukan frais atau bubut bubut pada head, dengan begitu kita tidak perlu mengorbankan head ,  Bagaimana caranya ?

Caranya adalah dengan menggunakan ball bearing bukan jenis bearing bambu, dan hanya membubut ujung Noken As  selebar bearing sehingga nantinya bearing akan tertancap di ujung noken as. 








Berapa Kode Bearing unyuk modif noken As Satria FU ?

Banyak sekali bearing bearing untuk modif noken as Satria FU yang bisa dugunakan, tapi rata rata dari mereka harus mengorbankan head,


Kerugian Bearing Jenis Bambu untuk modif noken as Satria FU : 

  1. kita perlu membuat jalur oli, pekerjaan akan semakin ribet dan sulit 
  2. tutup noken as, ini akan biaya tambahan lagi
  3. Ketahan bearing jenis ini apalagi jika digeber di RPM tinggi tidaklah bagus.. jadi akan memerlukan biaya untuk maintenance yang lebih;.


Kelebihan Bearing Jenis Ball untuk modif noken as Satria FU : 

  1. Tidak perlu mebuat Jalur oli. Karena oli sudah pada tempat dan jalurnya
  2. Tidak perlu membuat tutup noken as. karena bearing sudah dilengkapi dengan tutup 
  3. Ketahanan bearing jenis ini jika di geber di RPM tinggi terus menerus cukup bagus. apalgi dengan bahan yang dipilih memiliki kualitas tinggi.
  4. Dengan merubah menjadi bearing maka head tidak cepat aus. karena gesekan yang terjadi sudah diminimalisir oleh bearing.


Berapa Harga Bearing unyuk modif noken As Satria FU ?
Bowo, dari MOTORUN membeberkan harga yang dipatok untuk satu set adalah berkisar 200 ribu, sedangkan jika terima jadi tinggal pasang adalah 350 ribu (
dengan catatan noken as dari customer) harga ini bisa berubah sewaktu waktu. 

UNTUK MEMEBELI BEARING INI TIDAKLAH REPOT KARENA MOTORUN SUDAH MEMBERIKAN LINK DI MARKETPLACE UNTUK BISA DIAKSES DI SELURUH INDONESIA , LINK ADA DI BAWAH INI




Istilah papas magnet dan balancer sangat akrab ditemukan di kancah per koharan tanah air, Banyak diantaranya hanya sekedar ikut ikutan tanpa mengerti benar sebenarnya untuk apa tujuan pemapasan tersebut.



Umumnya pada motor balap, magnet dipapas buat memperringan beban putaran mesin. Agar bisa raih putaran mesin tinggi tanpa khawatir kruk as mudah melintir, dengan cara seperti mesin akan mudah untuk mencapai putaran atas dengan waktu lebih singkat. Bobot balancer pun biasanya ikut diringankan. Supaya putaran mesinnya balance atau imbang, sehingga getarannya jadi minim.

Nah, ketika bobot balancer dikurangi, otomatis torsi mesin akan berkurang. Jadi biasanya akan dirasakan akselarasi akan jauh meningkat namun minusnya adalah tarikan motor saat dibawa nanjak jadi kurang nendang. Apalagi ketika bawa beban tambahan seperti berboncengan, motor jadi terasa ngempos atau kehilangan tenaga.

Motor dengan torsi yang lebih besar lebih mudah dikendarai karena torsinya dihasilkan dari RPM yang rendah. Keuntungan menggunakan RPM rendah adalah kerja mesin lebih ringan sehingga membuat mesin lebih awet dan hemat bahan bakar. (W.H.S)

Pernah ga sih temen temen MOTORUN menemukan tulisan di bungkus Oli mesin seperti SAE 5W-30 / 10W-30 / 15W-30.?
Adakah yang sudah faham maksudnya ?
 
Sumber Gambar : http://dispatch.ug/2018/03/31/fake-motor-vehicle-engine-oil-made-kisekka-market/


Society of Automotive Engineers (SAE) adalah himpunan insinyur dalam bidang teknik mobil atau kendaraan bermotor di Amerika Serikat. Himpunan ini mengeluarkan standar yang dipakai dalam kendaraan bermotor, seperti standar derajat viskositas minyak pelumas yang dinyatakan dengan nomor SAE (SAE 20, SAE 30).

Viskositas / Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam.

Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti oli memiliki kekentalan 5 pada temperatur dingin di musim dingin (Winter), dan kekentalan 30 pada temperatur 100 derajat celcius.

Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.

5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris
15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia


Jadi pemilihan kekentalan oli yang tepat adalah penting agar kendaraan dapat bekerja optimal.
Salam MOTORUN,

Ternyata banyak dari kawan kawan diluar saja tidak tau ukuran pastinya agar sebuah ban enak jika digunakan cornering ataupun roadrace,

Perlu di ketahui bahwa untuk mendapatkan wujud yang ideal dari ban , ukuran ban harusnya diseuaikan dengan ukuran velg yang digunakan.

Hal ini sangat berbanding terbalik dari apa yang tim MOTORUN pantau selama ini tentang penggunaan ban yang tidak sesuai ukurannya atau banyak disebut ban cacing  . 

Salah satu fenomena yang masih banyak dijumpai di jalan raya, Entah apa alasan pemilik motor mengganti ban berukuran standar dengan ban cacing. Padahal, ini sangat tidak direkomendasikan jika untuk pemakaian harian.

Badan Kehormatan Road Safety Association (RSA) menjelaskan, penggunaan ban cacing untuk kegiatan sehari-hari adalah salah satu contoh kesalahaan pemilik kedaraan dalam memilih dan menggunakan ban. Sebab, tapak ban yang mencengkram aspal sangat sedikit.

Jadi jangan berharap dengan menggunakan ban cacing anda dapat melakukan tindakan cornering dengan baik. salah salah bisa kecelakaan.




Menurut tim MOTORUN Ban ukuran kecil ini sebenarnya hanya cocok jika digunakan dalam balapan jenis dragrace, dan akan sangat berbahaya jika digunakan di jalan raya.

Wah malah bahas ban cacing nih....

Balik ke pembahasan ban yang cocok digunakan untuk kegiatan cornering adalag sebagai berikut :


Dari tabel tersebut dapat dilihat ternyata ban yang digunakan gak asal gede saja. tapi disesuaikan ukuran velg  agar bentuk dari ban bisa maksimal, terlebih dalam menapak dengan aspal.

Sekian dulu sampai jumpa lagi

Salam MOTORUN,
Untuk memaksimalkan fungsi karburator, mekanik biasanya melakukan seting ulang jarum skep, sekrup udara, jarum pelampung dan ganti spuyer.

Bahkan trik paling berat yaitu mereamer karbu alias membesarkan diameter lubang venturi dari ukuran standar.

hanya saja reamer karbu masih memiliki kelemahan, dalam kasus MOTORUN kita ambil contoh karbu old jupiter MX, karbu jenis ini memiliki diameter skep 22mm, kalo dilakukan reamer maka hanya bisa dibesarkan ke atas dan kebawah saja , karena kalo ke kanan dan kiri terbatas dengan lebar skep 22mm, dan jika dipaksakan maka akan terjadi kebocoran dan karbu menjadi tidak bisa di setel.
jadi jika lebar skep 22mm maka ke kanan dan kekirinya cuman bisa maksimal 22mm. karena g mungkin lebar venturi lebih lebar dari skep. kalo terjadi akan ada kebocoran.

Ada satu langkah lagi yang bisa dilakukan agar karburator bisa lebih maksimal lagi kerjanya yaitu ddengan melakukan Boreup skep. pada contoh diatas maka karbu jupiter mx bisa lebih bebas reamernya karela diameter skepnya bisa sampai 26mm , wow... gambot naik dari 22mm.


Dari pengalaman tim MOTORUN ID, kinerja karbu dengan boreup dan reamer bahkan dibuktikan jauh lebih optimal daripada menggunakan karbu PE KW dengan ukuran sama, karna karbu KW seperti ini biasanya untung untungan banyak yang g bisa distel, banyak skep yang mudah baret, skep yang susah turun dan sebagainya  padahal untuk memboyong sebuah karbu KW seperti ini membutuhkan biaya yang setara dengan boreup dan reamer, karna hanya berkisar 200rb an.

Untuk mengakali skep old Jupiter MX, tim MOTORUN punya resep sendiri yaitu menggunakan skep custom chrome anti baret, yang kemudian juga memiliki bobot yang cukup gambot sehingga cukup dari gejala skep ogah turun.

Tim MOTORUN yang dapat di kontak di Whatsapp WA : 081326005022 ini juga menerima jasa boreup dan reamer karbu Old Jupiter MX, agar kawan kawan rider Old Jupiter MX bisa merasakan kemampuan maksimal dari karbu bawaan pabrik yang mereka miliki.

Untuk memaksimalkan fungsi karburator, mekanik biasanya mengakali dengan cara seting ulang jarum skep, sekrup udara, jarum pelampung dan ganti spuyer.

Trik  yang sekarang marak digunakan yaitu dengan melakukan reamer karburator. namun cara ini ternyata belum cukup .

Muncul pertanyaan :

Kenapa harus Boreup Karbu ??
Reamer karbu saja gak cukup ???
Kok bisa????
“Lewat bore up karbu, analisis Merit gas bakar yang dipasok bisa lebih banyak dan tetap imbang antara bensin dan udaranya. Sebab bentuk venturi nggak cuma lonjong kalau direamer, tapi lebih bulat karena diameter piston skep juga ikutan gede. Sangat cocok buat motor korek harian,”

MOTORUN melalui project Jupiter MX MP5 nya, berhasil melakukan boreup karbu hingga ukuran 26mm, dari yang awalnya 22mm.

Boreup karbu dengan ukuran ini "TANPA TAMBALAN" , WOW!!!

MOTORUN pun tak segan melayani bagi kawan kawan yang igin melakukan modifikasi serupa. bisa mengghubungi MOTORUN di kontak dibawah ini :


WA : 081 326 0050 22
Instagram : MOTORUN_ID
Facebook : MOTORUN

Salam MOTORUN,
Alih alih ingen buru-buru mencapai puncak performa mesin yang baru dibongkar, perlakuan seorang rider terhadap motornya sangat berpengaruh pada kondisi mesin kelak. 

Menurut MOTORUN, setelah tahap bongkar total sebuah mesin, ada hal hal yang perlu di lakukan selain melewati masa inreyen. dan ini akan sangat berpengaruh dengan mesin yang dihasilkan nanti. 


1. Lakukan Penggantian Oli Sebelum Waktunya.
2. Cek Kondisi Air Radiator
3. Stel Ulang Kerengganan Klep
4. Lakukan Penggantian Busi
5. Stel Ulang Karburator.

Ada pertanyaan, alasannya apa kok harus kayak gini  ?
Temukan jawabannya di youtube kami ...






-------------------------------------------------------------------------------------------------
MOTORUN INDONESIA
Jepara - Jawa Tengah


Maraknya dan semaki polulernya Pocket Bika atau biasa juga di sebut MINI GP menjadikannya menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan bibit muda pembalap pembalap berbakat di Indonesia. 

Semakin berkembang dan membersar komunitasnya hingga mulai di kenalkan di beberapa event roadrace tanah air. dengan semakin ramainya event yang mengangkat tema miniGP ini, IMI selaku asosiasi otomotif nomor satu di tanah air mulai membuat regulasi pasti dalam mengatur jalannya perlombaan balap motor berukuran kecil tersebut.

MOTORUN telah mendapatkan data, tentang regulasi dan ketentuan yang mengatur kelas Mini GP/ Pocket mini.. aturan tersebut bisa di lihat dibawah ini, atau di download di halaman utama website MOTORUN.



-------------------------------------------------------------------------------------------------
MOTORUN INDONESIA
Jepara - Jawa Tengah
Banyak sekali pertanyaan di channel kami tentang penggunaan part, tentang alasan-alasan mengapa kami tidak menggunkaan part yang lebih garang misalnya

Pertanyaan biasanya berkutat di :
- Kenapa Klep nya gak di gedein ?
- Kenapa Boreupnya gak lebih gede ?
- Kenapa Karburatornya gak pakai type lain ?
dan seterusnya ...

Sebelumnya kita akan coba jelaskan dulu apa itu MP5
kita lagi ngomongin Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor untuk aturan yang mengatur spesifikasi mesin balap yang digunakan  dalam kejuaraan road race MOTOPRIX maupun kejuaraan skala nasional lainnya

dalam aturan tersebut ada klasifikasi mesin dari kelas MP1, MP2, MP3, MP4, MP5, dan MP6 (aturan ini tiap tahun bisa berubah)

nah dalam project kali ini kita bermain di regulasi atau aturan balap MP5 , contoh sederhana yang harus dipatuhi pada MP5 misalnya "Karburator standart, boleh di reamer" makanya kita g bisa pake karbu type PE, apalagi PWK atau TM , ... serta aturan aturan lain yang mengikat

Silahkan Download regulasi balap di halaman utama MOTORUN.

Nah sesekali ada lagi pertanyaan
- Kenapa pakai regulasi yang 2016 ? bukan yang 2017/2018 ? secara sekarang udah tahun 2018

Wah lah pertanyaan ini nih.... alasannya adalah kita sedang mengerjakan Jupiter MX OLD versi pertama, bukan Jupiter MX King.

Nah loh... apa hubungannya ?

Jadi.. singkat cerita...pada regulasi MP5 2016 kita masih di perbolehkan menggunkaan Karburator. sedangkan pada regulasi MP5 2017 keatas, kita sudah diharamkan menggunakan karburator dan harus migrasi ke sistem injeksi .

Ya begitulah kira kira... karena motor yang kita kerjakan masih menggunakan sistem karburator, maka kita mengacu pada aturan regulasi MP5 2016.




-------------------------------------------------------------------------------------------------
MOTORUN INDONESIA
Jepara - Jawa Tengah
Kali ini MOTORUN akan berbagi tips tentang cara menyetel klep untuk motor balap dan standart,



Pada dasarnya setelan klep pada motor standart dan balap adalah berbeda, motor balap biasanya memiliki settingan dengan tingkat kerengganan lebih lebar. ?

Kenapa ini bisa terjadi ?

Pada dasarnya motor balap memiliki tingkat  panas yang lebih dibandingkan motor standart, karena sifat logam yang memuai, maka motor balap yang memiliki suhu lebih tinggi memiliki celah klep yang lebih longgar dibandingkan motor standart.
Semakin renggang celah klep durasi makin kecil overlap juga makin turun. Berlaku sebaliknya, Ingat sifat besi kalo kena panas tinggi memuai, kalo stel klep terlalu rapat kemungkinan akan terjadi kebocoran klep. Jadi jika noken as masih standart stel klep dengan celah standart saja..

untuk stelan klep motor motor lainnya silahkan kunjungi website resmi MOTORUN Indonesia di :
Daftar Celah Klep Semua Motor 


-------------------------------------------------------------------------------------------------
MOTORUN INDONESIA
Jepara - Jawa Tengah
Cerita Build UP Yamaha Jupiter MX Road Race MP5 oleh MOTORUN pun berlanjut dengan pemilihan Piston Verza sebagai pendongkrak kapasitas mesin.

Pada dasarnya piston jupiter MX 135 Memiliki Piston dengan diameter 54mm, Stroke 58.7mm dan Single Silinder

Dengan Formula
Kapasitas Mesin = 0.785 x (Bore x Bore) x Stroke x Jumlah  Silinder  

Maka didapat Hasil  
Kapasitas Mesin Piston MX = 0.785 x (54x54) x 58.7 x 1 = 134.368cc

Nah dengan Piston Verza berapa cc yang dapat dihasilkan ?
Piston Verza memiliki diameter 57.3mm

Kapasitas Mesin Piston Verza = 0.785 x (57,3 x 57,3) x 58.7 x 1 
Kapasitas Mesin Piston Verza = 151.292cc 

Jadi ini merupakan Alternatif solusi bagi yang ingin melakukan bore-up Jupiter MX Selain menggunakan piston milik Yamaha Vixion.



Silahkan Tonton Videonya dibawah ini :D





-------------------------------------------------------------------------------------------------
MOTORUN INDONESIA
Jepara - Jawa Tengah
Ciri Pilot Jet Kebesaran/Kekecilan - Untuk menentukan ukuran spuyer yang pas pada karburator perlu patokan. Jika spuyer terlampau besar, maka bahan bakar hanya terbuang percuma dan power mesin akan ngedrop. Begitu pula jika spuyer terlampau kecil, maka mesin akan cepat panas dan juga performa tidak optimal. Berikut ciri dari setting pilot jet pada karburator motor.


Ciri Pilot Jet Kebesaran
  1. Mesin susah menyala
  2. Busi basah bensin
  3. Karburator dan intake manifold mengembun
  4. Knalpot berasap hitam
  5. Brebet ketika grip gas terbuka 0 - ½ putaran
  6. Angin-angin karburator terbuka penuh, mesin tidak mati
Ciri Pilot Jet kekecilan
  1. Mesin susah menyala
  2. Busi kering
  3. Mesin menyala saat starter menggunakan choke
  4. Stationer mesin tinggi walau skep tertutup rapat
  5. Angin-angin karburator tertutup penuh, rpm tinggi
  6. Knalpot meledak-ledak
Cara pengecekan dan  Solusi
  1. Putar angin-angin karburator.
    Apabila terbuka penuh masih timbul gejala brebet, ganti pilot jet yang lebih kecil. Apabila tertutup penuh mesin lebih teriak (rpm lebih tinggi), ganti pilot jet yang lebih besar.
  2. Cek elektroda busi
    Elektroda busi basah dan hitam kering menunjukkan bahwa pilot jet terlalu besar disertai angin-angin karburator yang belum disetting benar. Sebaliknya, elektroda busi putih kering menunjukkan bahwa pilot jet terlalu kecil disertai angin-angin karburator yang terlalu menutup.
  3. Cek bukaan skep
    Apabila brebet terjadi pada bukaan skep 0 - ½ putaran, maka benar ukuran pilot jet yang digunakan masih belum tepat. Apabila brebet terjadi pada bukaan skep ½ - 1 putaran, maka bukan pilot jet melainkan jarum skep maupun main jet yang mengalami trouble.
Ciri Pilot Jet sudah Pas
  1. Angin-angin karburator berada pada bukaan ½ - 2 putaran dari tertutup
  2. Mesin tidak mengalami gejala bandang (rpm tinggi walau skep menutup)
  3. Tidak ada ledakan di knalpot
  4. Elektroda busi samping berwarna merah bata/coklat
NB:
Kondisi di atas merupakan saat dimana mesin dalam kondisi sehat (tidak mengalami kebocoran klep, kompresi, induksi, dsb). Ciri di atas dapat digunakan ketika mengganti karburator maupun ubahan lainnya (knalpot, noken, dsb).
Utuk menentukan ukuran spuyer yang pas pada karburator perlu patokan. Jika spuyer terlampau besar, maka bahan bakar hanya terbuang percuma dan power mesin akan ngedrop. Begitu pula jika spuyer terlampau kecil, maka mesin akan cepat panas dan juga performa tidak optimal. Berikut ciri dari setting pilot jet pada karburator motor.

Ciri Main Jet Kebesaran
  1. Busi basah bensin
  2. Karburator dan intake manifold mengembun
  3. Knalpot berasap hitam
  4. Brebet ketika grip gas terbuka ½ - 1 putaran
  5. Akselerasi motor berat
Ciri Main Jet kekecilan
  1. Busi putih kering
  2. Akselerasi sangat lemah
  3. Timbul suara 'ngook' di karburator ketika akselerasi
  4. Knalpot meledak-ledak setelah motor berpacu
  5. Suhu mesin sangat tinggi


Cara pengecekan dan Solusi

  1. Cek insulator busi
    Insulator busi basah dan hitam kering menunjukkan bahwa main jet terlalu besar. Sebaliknya, insulator busi putih kering menunjukkan bahwa main jet terlalu kecil.
  2. Cek bukaan skep
    Apabila brebet terjadi pada bukaan skep ½ - 1 putaran, maka benar ukuran main jet yang digunakan masih belum tepat. Apabila brebet terjadi pada bukaan skep 0 - ½ putaran, maka bukan main jet melainkan pilot jet maupun cutaway skep yang mengalami trouble.
Ciri Main Jet sudah Pas
  1. Suhu mesin ideal
  2. Tidak ada ledakan di knalpot
  3. Elektroda busi tengah dan insulator berwarna merah bata/coklat
NB:
Kondisi di atas merupakan saat dimana mesin dalam kondisi sehat (tidak mengalami kebocoran klep, kompresi, induksi, dsb). Ciri di atas dapat digunakan ketika mengganti karburator maupun ubahan lainnya (knalpot, noken, dsb).